Syamsi Dhuha Mentari Pagi Menyiratkan optimisme, semangat dan harapan baru di setiap pagiiii
Bookmark and Share

Siaran pers World Sight Day 2011

31 Oktober 2011

Siaran pers                                                   Bandung, 15 Oktober 2011


 


Kepedulian bagi Low vision di Hari Penglihatan Sedunia


 


Terkait Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day - WSD) 2011, yang diperingati setiap Kamis minggu kedua bulan Oktober, Syamsi Dhuha Foundation (SDF) bekerjasama dengan RS Mata Cicendo hari ini akan gelar seminar sehari Rehabilitasi Penglihatan bagi penyandang Low vision bertema ‘Buta mata bukan buta hati’ di Bandung. Rangkaian acara seminar gratis ini diawali dengan konsultasi mata bersama para dokter ahli dan dibuka oleh Direktur Utama RSM Cicendo, dr.Kautsar Boesoiri, SpM(K), MM. ”Meningkatnya angka kebutaan dari 1,2% pada tahun 1982 menjadi 1,5 % atau sekitar 3,5 juta pada tahun 1996 mengindikasikan bahwa insidensi kebutaan bergerak lebih cepat daripada usaha-usaha yang dilakukan untuk menekan angka kebutaan. Salah satu penyebab terbanyak adalah katarak, dimana didapatkan angka kejadian katarak baru sebanyak 1 permil dari populasi penduduk. Padahal Lebih dari 90% katarak, suatu penyakit degeneratif, dapat diobati dengan cara operasi. Merupakan tugas dari seluruh pihak terkait baik dari masyarakat awam, tenaga medis, pemerintah pusat maupun daerah untuk meningkatkan kepedulian, penjaringan kasus,  sampai kepada penanganan medis kebutaan”,  demikian katanya.  


 


Adapun materi yang akan disajikan dalam seminar kali ini meliputi : 


·         Struktur dan Fungsi Penglihatan Secara Umum oleh dr. Bambang Setyohadji, SpM


·         Buta Senja oleh dr. Erwin Iskandar, SpM


·         Glaukoma oleh dr. Elsa Gustianty, SpM


·         Kelainan Saraf mata dan Efek Samping Obat oleh dr. Antonia Kartika, SpM


·         Kebutaan akibat Kelainan Kornea oleh dr. Erna Tjahjaningtyas, SpM


·         Katarak, Gangguan Penglihatan yang Dapat Diobati oleh dr. Budiman, SpM 


·         Manajemen Pengelolaan Ambliopia pada Pasien Anak oleh dr. Feti Karfiati Memed, SpM


·         Rehabilitiasi Low Vision oleh dr. Ine Renata Musa, SpM 


Dari keseluruhan materi di atas dapat disarikan bahwa diseluruh dunia jumlah penyandang low vision (245 juta orang) lebih banyak dari penyandang tunanetra (39 juta orang). “Lovi adalah gangguan penglihatan dan lapang pandang menetap setelah melalui tindakan pengobatan dan atau operasi yang maksimal”, jelas dr.Ine Ranata, SpM. Selain itu evaluasi bagi lovi diperlukan untuk menentukan alat bantu yang dibutuhkan, berupa alat bantu optik (seperti kaca pembesar, teropong, CCTV)  maupun non optik (buku berhuruf besar, buku tulis bergaris tebal, buku yang bersuara). Tahap lain dari rehabilitasi, adalah pelatihan orientasi dan mobilitas, stimulasi dini, dan pelatihan untuk melakukan kegiatan sehari-hari agar penyandangnya dapat mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan dapat turut berperan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sebatas kemampuan mereka. Rehabilitasi penglihatan tak dapat mengembalikan penglihatan, namun dengannya kita dapat memaksimalkan penglihatan yang ada sehingga menjadikan hidup percaya diri, mandiri, dan lebih bermakna.


 


Sementara itu dr. Bambang Setyohadji, SpM, ketua Panitia WSD 2011 mengatakan ”bahwa Kebutaan di Indonesia termasuk tinggi di dunia, yaitu menempati peringkat ke dua setelah Ethiopia. Jumlah penyandangnya semakin hari semakin bertambah. Setiap menit diperkirakan terdapat 12 orang menjadi buta di dunia, dan 4 orang diantaranya berasal dari Asia Tenggara. Kesadaran masyarakat akan pentingnya penglihatan untuk peningkatan kualitas hidup merupakan salah satu faktor yang merupakan kunci keberhasilan penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan” .


  


Mewarnai acara seminar, dihadirkan pula games interaktif  diimana para dokter dan relawan dengan mata tertutup akan berkompetisi dengan para penyandang low vision (lovi) dan tunanetra (tunet). SDF sendiri yang tahun lalu menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pijat shiatsu bagi penyandang lovi dan tunet, pada acara ini sekaligus membuka program pelatihan dan sertifikasi komputer bagi lovi dan tunet, bekerjasama dengan Yayasan Mitra Netra. Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga bulan dan akan diikuti oleh 12 orang angkatan pertama. ”Kehilangan penglihatan bukan akhir segalanya. Momen WSD setiap tahun selalu kami pergunakan untuk memfasilitasi berbagai program edukasi, sosialisasi dan pelatihan yang bersifat produktif sehingga bermanfaat bagi para penyandang lovi dan tunet. Kami hanya tak bisa melihat, namun kami masih tetap bisa berkarya. Yang dibutuhkan oleh para penyandang lovi dan tunet bukanlah dikasihani tapi difasilitasi agar tetap bisa produktif. Dosen, guru, penulis, pembicara seminar, komposer, vokalis, bahkan pengusaha adalah contoh profesi yang telah ditekuni oleh para penyandang lovi dan tunet. Dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan, baik moril maupun berbagai fasilitas yang dapat memudahkan lovi dan tunet menjalani kehidupan sehari-hari tanpa tergantung pada orang lain. Mulai dari rumah hingga fasilitas umum seperti tempat penyebrangan, terminal, sekolah, dan pertokoan yang dilengkapi dengan fasilitas yang low vision friendly”, tutur Dian Syarief, Ketua SDF yang juga penyandang lovi.


 


Kepada peserta seminar, lebih jauh dr. Ine Renata SpM mengatakan : “Katarak, kebutaan pada anak, kelainan refraksi, glaukoma, kelainan kornea, retina dan saraf mata merupakan penyebab-penyebab gangguan penglihatan, dimana 80% diantaranya masih dapat dicegah atau diobati dengan cara pengobatan, operasi, koreksi kacamata standar atau lensa kontak. Perlu edukasi dan sosialisasi deteksi dini kelainan penglihatan terutama pada anak. Diantaranya adalah: membaca dengan jarak yang sangat dekat, menonton televisi jarak dekat, kesulitan mengenali wajah, kesulitan mengenali makanan di piring, sering tersandung bila berjalan, kesulitan menaiki tangga, dan kesulitan dalam melakukan akitivitas sehari-hari”.


 


Funbike sebagai rangkaian acara peringatan WSD 2011 juga akan digelar Minggu, 16 Oktober, dengan menyusuri area Car Free day mulai dari halaman Balai Kota Bandung di Jl. Merdeka pada pukul 06.00 WIB. Funbike yang akan diikuti oleh masyarakat luas, para relawan, dokter ahli dari RSM Cicendo dan berbagai institusi Pendidikan Kesehatan akan dirangkai dengan penyebaran brosur tentang pentingnya  penglihatan untuk peningkatan  kualitas hidup, konsultasi kesehatan mata, simulasi kebutaan dan temu pakar.


 


 


Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:


 



·         Dian Syarief, Ketua SDF, Hp: 0878 2472 2238, email end@cbn.net.id


·         Ria Darmasari, SIP, MM,  Humas RSM Cicendo, Hp: 0812 2313 380, email : ria_darmasari@yahoo.com



About lupus

PERNAK-PERNIK LUPUS
Apakah Lupus?Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak ... readmore

Promotion

Care For Lupus Music Album
You can get CD album of Care for Lupus Syamsi Dhuha from Syamsi Dhuha
readmore

Photo Gallery

Silahkan kunjungi foto-foto kegiatan kami.