Syamsi Dhuha Mentari Pagi Menyiratkan optimisme, semangat dan harapan baru di setiap pagiiii
Bookmark and Share

Siaran pers WSD 2010

29 Oktober 2010



Aneka
kegiatan di Hari Penglihatan Sedunia



Sambut Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2010, yang biasanya diperingati kamis
minggu kedua, Syamsi Dhuha Foundation (SDF) adakan kegiatan Low vision goes to school hari ini di SMA Taruna Bakti Bandung dan acara
kelompok edukasi kesehatan mata yang akan berlangsung, sabtu 16 Oktober 2010 di
ruang serbaguna SDF, Jl.
Dago  - Bandung.


“Sesuai dengan tema WSD 2010 yaitu Countdown to 2020 dimana tujuan yang
ingin dicapai pada tahun 2020 adalah menghilangkan angka kebutaan yang dapat
dicegah, SDF ingin ajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap gejala gangguan
penglihatan sehingga tindakan dini dapat diambil untuk mencegah kebutaan dan
gangguan penglihatan permanen. Seperti diketahui, 4% dari populasi menderita
kebutaan dan gangguan penglihatan dimana 80% diantaranya sebenarnya dapat
dicegah”, tutur dr Shiane Hanako, manajer SDF.


Acara Low vision goes to school yang digelar
hari ini di Aula SMA Taruna Bakti, melibatkan lebih dari 200 orang siswa, guru,
relawan SDF, dokter ahli mata dari RSM Cicendo, penyandang low vision serta
tunanetra. Acara diwarnai dengan gelar poster dan tanya jawab seputar kesehatan
mata serta empathy games yang berupa
permainan futsal dengan mata tertutup seperti layaknya orang buta atau dengan
keterbatasan penglihatan.


“Low vision
adalah penglihatan yang tidak dapat digunakan untuk melakukan tugas sehari-hari
walaupun sudah memakai kaca mata, lensa kontak, operasi maupun pengobatan. Namun
low vision bukan buta karena masih
ada sisa penglihatan yang dapat dipakai untuk kehidupan sehari-hari, sekolah,
bekerja dan mencari nafkah. Penyebab low
vision
beragam, yaitu keturunan (bawaan lahir), infeksi, kekurangan vitamin
A, tumor, trauma, komplikasi operasi dan penyakit mata yang progresif, jumlah
penyandangnya di seluruh dunia bahkan lebih besar dari tunanetra yaitu 135 juta
orang”, jelas Dian Syarief, ketua SDF yang juga seorang penyandang low vision.


Sejalan dengan tujuan vision 2020 untuk dapat mengembangkan potensi penyandang low vision dan tunanetra, beberapa waktu
yang lalu, Care for Low vision SDF bekerjasama dengan Ashita (asosiasi shiatsu
tunanetra Indonesia) menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi pijat shiatsu
yang diikuti oleh 16 peserta berasal dari Bandung dan Bogor. Disamping itu SDF
juga memfasilitasi anggotanya yang ingin belajar vokal, orientasi mobilitas,
komputer dan berbagai pelatihan lainnya bekerjasama dengan lembaga terkait.
Keterampilan pijat shiatsu ini dapat dinikmati pula oleh para guru yang menjadi
pemenang empathy games pada acara Low vision goes to
school.

Adapun materi yang akan
disajikan pada acara kelompok edukasi, sabtu 16 Oktober 2010 adalah sebagai
berikut :


 


‘Update vision 2020’ oleh
dr.Kautsar Boesoiri, SpM.,MM- direktur utama RSM Cicendo,


‘Emotional support for Low
vision’
  oleh Prof. DR. Sawitri Sapardi
SPsi,


‘Gangguan
penglihatan pada Odapus (orang dengan Lupus)’ oleh
Dr. Bambang Setyohadji
SpM,


dihiasi
dengan lagu- lagu yang khusus diciptakan untuk memberikan dukungan semangat dan
motivasi kepada para penyandang lupus, low vision dan tunanetra. Menampilkan
para dokter ahli mata, penyandang low
vision
dan tunanetra sebagai komposer, vokalis dan arranger. Disamping itu para penyandang
low vision dan tunanetra masih tetap dapat berkarya sebagai pengajar bimbingan
belajar, trainer dan pembicara
seminar.
Sebelumnya
diberikan pula kesempatan kepada peserta untuk konsultasi mata gratis dan
memperoleh informasi seputar alat bantu low vision.


“Penglihatan
merupakan salah satu indera yang sangat penting bagi manusia karena sekitar 80
persen informasi yang datang diserap melalui penglihatan. Di seluruh dunia saat
ini menurut data WHO sebanyak 45 juta orang mengalami kebutaan sedangkan di
Indonesia sekitar 3 juta orang. Faktanya, hingga kini masih banyak masyarakat di
Indonesia, khususnya, yang belum mengetahui cara memelihara kesehatan mata
mereka dan mengenali gejala awal gangguan mata sehingga berakibat fatal di
kemudian hari.
Guna mengurangi penyebab utama kebutaan yang dapat dihindari, ditetapkan vision 2020
dengan visi sebuah dunia tanpa kebutaan yang bisa dicegah dan tempat bagi mereka
yang kehilangan penglihatan bisa mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Inisiatif
dari Vision 2020 dimaksudkan untuk memperkuat sistem pemeliharaan kesehatan
nasional dan memfasilitasi pembangunan kapasitas nasional”, tambah Dr. dr.
Andika Prahasta SpM.,MKes dari RSM Cicendo.



Let's Light up the world
with the ray of our heart


Low vision, care &
share


 



Untuk informasi lebih lanjut,
silahkan hubungi:


Dian Syarief - Care for Low vision, SDF. HP : 081320509446, 0816709391, email: end@cbn.net.id


dr. Shiane Hanako, manajer SDF. HP: 081283151547, email: shiane_hanako@yahoo.com


 


 


 


About lupus

PERNAK-PERNIK LUPUS
Apakah Lupus?Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak ... readmore

Promotion

Care For Lupus Music Album
You can get CD album of Care for Lupus Syamsi Dhuha from Syamsi Dhuha
readmore

Photo Gallery

Silahkan kunjungi foto-foto kegiatan kami.