
Pelatihan Lupus bagi dokter puskesmas se-Jabar
Syamsi Dhuha Foundation (SDF), LSM nirlaba yang beri perhatian khusus pada penanganan penyakit Lupus, hari ini untuk kedua kalinya akan gelar Workshop gratis bagi para dokter puskesmas se-Jawa Barat di Bandung. Kali ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Prov. Jabar dan didukung oleh PT. Roche Indonesia, perusahaan farmasi yang juga memproduksi obat Lupus. Acara yang berlangsung di Auditorium gedung Bapelkes ini akan diikuti oleh lebih dari 100 dokter Puskesmas yang berasal dari berbagai daerah di Jabar seperti Sumedang, Karawang, Kuningan, Subang, Garut, Bogor, bahkan Ciamis dan Banjar.
Acara pelatihan kali ini akan diawali dengan lagu Care for Lupus oleh Medina, wakil Odapus (orang dengan Lupus) yang juga Mahasiswi FE UNPAD. Dilanjutkan dengan 3 sesi presentasi yang dimoderatori oleh dr. Rachmat Gunadi, SpPD-KR, Dokter Pemerhati Lupus (DPL) senior dengan materi dan nara sumber :
· Sesi 1 : Lupus Overview (A to Z) oleh dr. Sumartini Dewi, SpPD-KR,
· Sesi 2 : Lupus dan kelainan darah oleh dr. Panji Irani, SpPD-KHOM,
· Sesi 3 : Lupus dan kelainan ginjal oleh dr. Afiatin, SpPD-KGH.
Acara akan diwarnai pula dengan studi kasus dan diskusi interaktif yang dipandu oleh dr. Laniyati SpPD-KR.
Melalui pelatihan ini menurut Dian Syarief - Ketua SDF, diharapkan para dokter Puskesmas yang merupakan ujung tombak pelayanan medis bagi masyarakat khususnya di daerah, dapat meningkatkan kepedulian dan kejeliannya dalam dalam penegakkan diagnosa dini Lupus. Setelah pelatihan, diharapkan dokter umum khususnya dokter puskesmas dapat segera merujuk pasien yang dicurigai Lupus, dengan demikian akan lebih banyak Odapus yang dapat terselamatkan jiwanya. Lupus yang dikenal juga sebagai penyakit 1000 wajah memiliki berbagai gejala yang mirip penyakit lain sehingga sering menyulitkan untuk mendiagnosanya. Sebagai contoh, ada odapus yang dinyatakan dan diobati sebagai alergi kulit selama lebih dari 2 tahun dan baru didiagnosa Lupus setelah ia mengalami penurunan kesadaran dan kejang.
“Kami akan selalu mendukung setiap usaha yang dilakukan oleh LSM nirlaba seperti SDF yang secara konsisten mengupayakan Edukasi dan Sosialisasi Lupus, baik bagi tenaga medis maupun masyarakat awam. Workshop seperti ini juga merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan para dokter Puskesmas di wilayah Jabar yang sesuai dengan salah satu program Dinkes dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga kesehatan”, Jelas dr. Alma Lucyati, MKes, Msi, MH.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
Lebih lanjut, dr. Rachmat Gunadi SpPD-KR menjelaskan saat ini ada lebih dari 5 juta Odapus di seluruh dunia dengan 100.000 kasus baru setiap tahunnya. Di Jawa Barat sendiri diperkirakan ada 4.200 orang penyandang Lupus yang 90% nya adalah wanita aktif usia produktif berkisar 15-45 tahun, sedangkan angka estimasi untuk Indonesia adalah sekitar 300.000 orang. Bila terdeteksi dini, maka penanganan penyakit akan lebih mudah, karena Lupus dapat menyerang berbagai sistem dan organ tubuh bahkan sering mengancam jiwa. Jalur rujukan dan koordinasi beberapa wilayah di Jabar sudah berjalan cukup baik, seperti Sumedang, Tasik, Garut, Cirebon dan Subang. Namun masih perlu ditingkatkan jalur komunikasi dan penataan DPL di tiap Kabupaten/Kotamadya. Diharapkan workshop ini dapat melahirkan sistem rujukan dan koordinasi online antar dokter se-Jabar.
Acara serupa pernah digelar SDF bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kodya Bandung tahun 2005 yang diikuti oleh sekitar 100 dokter Puskesmas se-Bandung Raya.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
· Dr. Shiane Hanako, Manajer SDF, HP: 0812 8315 1547, email : shiane_hanako@yahoo.com
· Dian Syarief, Ketua SDF, HP: 0813 2050 9446, email : end@cbn.net.id
PERNAK-PERNIK LUPUS
Apakah Lupus?Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak ... readmore