
Hari /Tgl : Sabtu, 6 Agustus 2011
Tempat : Masjid Junudurrahman Jl. Aceh 50 Bandung
Fasilitator : Ust. Darlis Fajar
Topik : MENIKMATI HIDUP
Tepat dihari keenam di bulan Ramadhan 1432 H, di pagi yang cerah, para sahabat SDF berkumpul mengikuti Renungan Ramadhan yang diselengggarakan Syamsi Dhuha Foundation (SDF), sebagai program rutin tahunan, yang dilakasanakan setiap minggunya selama bulan Ramadhan.
Acara yang diawali dengan lantunan nasyid yang indah oleh grup Nahawan, yang berjudul “ Iman Mutiara”, membawa suasana didalam masjid nampak hening, para sahabat SDF begitu menghayati bait demi bait lagu yang berkumandang, dilanjutkan dengan sebuah perenungan berjudul “ Renungan Hidup” yang dibawakan oleh sahabat odapus Medina.
Masuk pada acara inti, yakni Renungan Ramadhan yang difasilitasi oleh Ustadz Darlis Fajar, seorang ustadz yang memiliki tutur kata dan gaya bahasa yang khas, menyampaikan kiat-kiat penting bagaimana kita dapat “ Menikmati Hidup”, di dunia dan di akhirat kelak.
Diawali dengan kutipan ayat :
“ Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfudz), sebelum kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah, agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang Diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri..” (QS. Al-Hadid : 22-23).
Ayat diatas menjelaskan betapa Allah yang Maha Berkehendak telah mengatur segala aspek kehidupan manusia, itu semua dilakukan-Nya, karena Allah tahu bahwa manusia tidak sanggup mengurus semua urusan dunia tanpa campur tangan-Nya.
Sahabat SDF tercinta, hidup ini pilihan, Allah memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh manusia untuk Bahagia, baik di dunia ataupun di akhirat kelak, seperti yang tercantum dalam beberapa ayat berikut :
“.. Barang siapa yang mengikuti petunjuk –KU, tidak ada rasa takut pada mereka, dan tidak pula bersedih hati “ ( Al- Baqoroh : 38)
“..(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram ” ( Ar-Rad : 28)
Jiwa yang damai, tenang, dan tentram, itulah “ Kebahagian Hakiki”, tidak terukur oleh banyak sedikitnya harta, tinggi rendahnya kedudukan, status sosial, dan lain sebagainya, itu adalah ke Mahaadilan Allah, yang hanya memandang manusia dari keta’atanya. Namun terkadang kita sendiri yang menunda bahkan merampas kebahagiaan itu dengan banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran akan aturan main yang telah ditetapkan-Nya, yang membuat kita terperangkap dalam , perasaan cemas, was-was dan gelisah. Jika sudah begitu, bagaimana mungkin kita dapat merasakan kebahagiaan ??.? kalau tidak bahagia, bagaimana mungkin kita bisa menikmati hidup di dunia, bahkan diakhirat nanti ???
Sahabat SDF tercinta, “kebahagian hakiki” adalah syarat utama agar kita bisa menikmati hidup, di dunia dan akhirat, dan itu letaknya di Qolbu/ Jiwa yang selalu terhubung dengan Allah. Diluar itu semua hanya fatamorgana, kesenangan yang menipu, kebahagiaan yang semu.
Sebagai penutup ustadz Darlis Fajar menyampaikan 3 (tiga) hal penting dalam menikmati hidup :
Usai materi dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab, berikut rangkumanya
Tanya :
Bagaimana kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain dalam segala “keterbatasan” yang ada? Dan bagaimanakah Berserah diri itu sesungguhnya?
Jawab :
· Berbuat baik itu tidak terbatas oleh apapun, sekalipun hanya dengan senyuman, itu sudah terhitung sebagai sedekah, lakukan apa yang mampu kita lakukan, karena yang terpenting adalah Niat, Cara harus benar agar bernilai pahala disisi Allah.
· Berserah diri bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi menyerahkan segala keputusan pada Allah, setelah kita memaksimalkan ikhtiar dan do’a. Harus yakin bahwa ketetapan Allah pasti yang terbaik untuk kita.
2. Tanya :
Apa yang harus kita lakukan jika mengalami kesulitan membuat keputusan dalam hidup? Apa saja kiat-kiat menjaga keimanan kita agar istiqomah ?
Jawab :
· Dalam ajaran islam Allah menuntun bagaimana membuat atau memilih keputusan yang terbaik menurut-Nya bukan berdasarkan ego atau nafsu semata, yakni dengan Sholat Istikharah. Dalam Do’anya memohon bimbingan dan petunjuk untuk diberi kemantapan hati dalam membuat keputusan.
· Kiat-kiat menjaga hati agar istiqomah adalah dengan menghindari faktor- faktor yang menyebabkan Hati Gelap : Terlalu banyak makan, Melupakan dosa, Bergaul dengan orang Dzolim, Panjang angan-angan.
3. Tanya :
Bagaimana Bisa menikmati kematian?
Jawab :
- Meyakini bahwa Kematian itu adalah hal yang pasti.
- Meyakini bahwa kematian adalah pintu gerbang kita bertemu dengan Allah.
Acara yang berlangsung sekitar dua jam itu, ditutup kembali dengan lantunan Nasyid “ Insya Allah” dan renungan “ Menikmati Hidup”.
Semoga bermanfaat, Wallohu’alam Bish Shawab.
PERNAK-PERNIK LUPUS
Apakah Lupus?Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak ... readmore