Syamsi Dhuha Mentari Pagi Menyiratkan optimisme, semangat dan harapan baru di setiap pagiiii
Bookmark and Share

Summary Renungan Ramadhan 1432-I

27 Agustus 2011


Summary Renungan Ramadhan I

Hari /Tgl        :  Sabtu, 6 Agustus 2011


Tempat           :  Masjid Junudurrahman Jl. Aceh 50 Bandung


Fasilitator      :  Ust. Darlis Fajar


Topik             :  MENIKMATI HIDUP


Tepat dihari keenam di bulan Ramadhan 1432 H, di pagi yang cerah, para sahabat SDF berkumpul mengikuti Renungan Ramadhan yang diselengggarakan Syamsi Dhuha Foundation (SDF), sebagai program rutin tahunan, yang dilakasanakan setiap minggunya selama bulan Ramadhan.


Acara yang diawali dengan lantunan nasyid yang indah oleh grup Nahawan, yang berjudul “ Iman Mutiara”, membawa suasana didalam masjid nampak hening, para sahabat SDF begitu menghayati bait demi bait lagu yang berkumandang, dilanjutkan dengan sebuah perenungan  berjudul “ Renungan Hidup” yang dibawakan oleh sahabat odapus Medina.


Masuk pada acara inti, yakni Renungan Ramadhan yang difasilitasi oleh Ustadz  Darlis Fajar, seorang ustadz yang memiliki tutur kata dan gaya bahasa yang khas, menyampaikan kiat-kiat  penting bagaimana kita dapat  “ Menikmati Hidup”, di dunia dan di akhirat kelak.


Diawali dengan kutipan ayat :


“ Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfudz), sebelum kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah, agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang Diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri..” (QS. Al-Hadid : 22-23).


Ayat diatas menjelaskan  betapa Allah yang Maha Berkehendak telah mengatur segala aspek kehidupan manusia, itu semua dilakukan-Nya, karena Allah tahu bahwa manusia tidak sanggup mengurus semua urusan dunia tanpa campur tangan-Nya.


Sahabat SDF tercinta, hidup ini pilihan, Allah memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh manusia untuk Bahagia, baik di dunia ataupun di akhirat kelak, seperti yang tercantum dalam beberapa ayat berikut :


“.. Barang siapa yang mengikuti petunjuk –KU, tidak ada rasa takut pada mereka, dan tidak pula bersedih hati “ ( Al- Baqoroh : 38)


“..(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka  menjadi tentram dengan mengingat Allah, Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram ” ( Ar-Rad : 28)


Jiwa  yang damai, tenang, dan  tentram, itulah “ Kebahagian Hakiki”,  tidak terukur oleh banyak sedikitnya  harta, tinggi rendahnya kedudukan, status sosial, dan lain sebagainya, itu adalah ke Mahaadilan Allah, yang hanya memandang manusia dari keta’atanya.  Namun terkadang kita sendiri yang menunda bahkan merampas kebahagiaan itu dengan banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran akan aturan main yang telah ditetapkan-Nya, yang  membuat kita terperangkap dalam , perasaan cemas, was-was dan  gelisah. Jika sudah begitu, bagaimana mungkin kita dapat merasakan kebahagiaan ??.? kalau tidak bahagia, bagaimana mungkin kita bisa menikmati hidup di dunia, bahkan diakhirat nanti ???


Sahabat SDF tercinta, “kebahagian hakiki”  adalah syarat utama agar kita bisa menikmati hidup, di dunia dan akhirat, dan itu letaknya di Qolbu/ Jiwa yang selalu terhubung dengan Allah. Diluar itu semua hanya fatamorgana, kesenangan yang menipu, kebahagiaan yang semu.


Sebagai penutup ustadz Darlis Fajar menyampaikan 3 (tiga) hal penting dalam menikmati hidup :




  •  Memandang segala Nikmat Allah itu besar, agar kita bisa lebih bersyukur.


  • Tidak pernah mencela Nikmat Allah


  • Ketika diberi Ujian ketidaknyamanan/ Musibah, jangan larut dalam perasaan (sedih, sakit dan putus asa), tapi terimalah dengan Iman/ Keyakinan Ilahyah tetapmenyempurnakan ikhtiar , tawakal dan Do’a. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, yakinlah, “keajaiban Allah ” akan dating pada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Usai materi dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab, berikut rangkumanya 


 Tanya :


 Bagaimana kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain dalam segala  “keterbatasan” yang ada? Dan bagaimanakah Berserah diri itu sesungguhnya?


Jawab :


·         Berbuat baik itu tidak terbatas oleh apapun, sekalipun hanya dengan senyuman,  itu sudah terhitung sebagai sedekah, lakukan apa yang mampu kita lakukan, karena yang terpenting adalah Niat, Cara harus benar agar bernilai pahala disisi Allah.


·         Berserah diri bukan berarti pasrah tanpa usaha, tapi menyerahkan segala keputusan  pada Allah, setelah kita memaksimalkan ikhtiar dan do’a. Harus yakin bahwa ketetapan Allah pasti yang terbaik untuk kita.


 


2.    Tanya :


Apa yang harus kita lakukan jika mengalami kesulitan  membuat keputusan  dalam hidup?  Apa saja kiat-kiat menjaga keimanan kita agar istiqomah ?


Jawab :


·         Dalam ajaran islam Allah menuntun bagaimana membuat atau memilih keputusan yang terbaik menurut-Nya bukan berdasarkan ego atau nafsu semata, yakni dengan Sholat Istikharah. Dalam Do’anya memohon bimbingan dan petunjuk untuk diberi  kemantapan hati dalam membuat keputusan.


 


·         Kiat-kiat menjaga hati agar istiqomah adalah dengan menghindari faktor- faktor yang menyebabkan Hati Gelap : Terlalu banyak makan, Melupakan dosa, Bergaul dengan orang Dzolim, Panjang angan-angan.


3.  Tanya :


Bagaimana Bisa menikmati kematian?


Jawab :


-          Meyakini bahwa Kematian itu adalah hal yang pasti.


-          Meyakini bahwa kematian adalah pintu gerbang kita bertemu dengan Allah.


 


 Acara yang berlangsung sekitar dua jam itu, ditutup kembali dengan lantunan Nasyid “ Insya Allah” dan renungan “ Menikmati Hidup”.


Semoga bermanfaat, Wallohu’alam Bish Shawab.


About lupus

PERNAK-PERNIK LUPUS
Apakah Lupus?Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak ... readmore

Promotion

Care For Lupus Music Album
You can get CD album of Care for Lupus Syamsi Dhuha from Syamsi Dhuha
readmore

Photo Gallery

Silahkan kunjungi foto-foto kegiatan kami.