SUMMARY RENUNGAN RAMADHAN III
Hari/Tanggal : Sabtu, 20 Agustus 2011
Tempat : Masjid Juddurrurahmah, Jl.Aceh no. 50 - Bdg
Narasumber : Ust.Ahmad Humaedi
Topik : MENGUATKAN TAWAKAL
Alhamdulillah, masuk pada hari ke-20 Ramadhan 1432 H, Syamsi Dhuha Foundation (SDF) kembali menyelenggarakan Renungan Ramadhan III, dengan mengangkat Topik “Menguatkan Tawakal”. Hadir para sahabat SDF, yakni Sahabat Odapus dan Lowvision beserta pendamping, Dokter Pemerhati Lupus (DPL), Dokter Pemerhati Lowvision (DPLV), Mitra, Donatur, Supporter dan rekan Media dalam sinergi yang indah dalam kehangatan tali silaturahim.
Lantunan nasyid “Mengemis kasih” oleh Team Nasyid Nahawan dan sebuah perenungan hidup “ Bismillah” oleh dr. Shiane Hanako, mengawali acara.
Berikut rangkuman Renungan Ramadhan yang difasilitasi ustadz Ahmad Humaidi yang lebih di kenal Ustadz Ahum :
Pengertian Tawakal
Ø Menurut etimologi tawakal berasal dari kata at Tawakkul, berkata dasar wakala menyerahkan, meninggalkan, kata tawakkul berwazan tafa’ulun dari kata al wakalah atau al wikalah berarti memperlihatkan ketidakmampuan dan bersandar pada orang lain.
Ø Menurut terminology tawakal adalah membebaskan diri dari segala ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan keputusan segala sesuatunya kepada Allah swt.
Hal-hal yang membuat manusia terkadang sulit untuk bertawakal kepada Allah SWT ?
1. Tidak tahu kedudukan Allah, yang Maha Kusa dan Maha Berkendak.
2. Terlalu mengandalkan kemampuan diri.
3. Tunduk dan bergantung kepada mahluk.
4. Terlalu mencintai dunia.
Apa yang dapat membuat kita bangkit untuk bertawakal ?
1. Mengenal Allah lebih jauh.
2. Percaya kepada Allah SWT 100 %.
Referensi ayat : QS. An Nisa : 71, 102, ; QS. Al Anfal : 60
Balasan Untuk Yang Bertawakal
- Ketenangan jiwa ( QS. Ibrahim : 11-12).
- Mendapatkan kecukupan hidup ( QS. Ath Talaq : 3 ).
- Mendapatkan keselamatan hidup ( QS. Al Anbiya : 69-70 ).
- Memiliki kekuatan, keteguhan, dan keberanian.
Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang ingin menjadi manusia yang paling mulia, hendaklah takwa kepada Allah. Siapa yang ingin menjadi orang yang paling kuat, maka hendaklah ia bertawakal kepada Allah swt. Siapa yang ingin menjadi orang yang paling kaya, maka hendaklah ia mempercayai apa yang di tangan Allah dari pada apa yang ada di di tangannya sendiri. ( HR. Musnad Syihab al Qadla’iy dari Ibnu Abbas ).
- Mendapatkan kesabaran ( QS. An Nahl : 41-42 ).
- Mendatangkan pertolongan Allah swt ( QS. Al Imran : 160 ).
- Melindungi diri dari godaan syetan ( QS.An Nahl : 98-100 ).
- Mendapatkan cinta Allah Swt ( QS. Al Imran : 159 ).
- Menjadi sebab masuk surga.
Doa agar bisa Bertawakal :
- Doa Nabi Ibrahim : ( QS. Al Mumtahanah : 4-5 ).
- Doa Nabi Syu’aib : ( QS. Al A’raf : 89 ).
- Doa kaum Nabi Musa : ( QS. Yunus : 85 ).
- Doa Rasulullah saw :
Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku mencari keputusan. Aku berlindung dengan keagungan-Mu, tiada Tuhan kecuali engkau, jangan sesatkan aku, Engkau Maha hidup yang tidak akan pernah mati. Jin dan manusia akan mati.” ( HR.Al Bukhari ).
Referensi Ayat-ayat utama tentang Tawakal :
QS. Almaidah : 23, QS. Yunus : 84, QS. Al imran : 81, QS. Al Ahsab : 3, QS. At Taghabun : 13
Tawakal dan Ihtiar
Dari Umar bin Khatab, Rasulullah saw bersabda, “Seandainya kamu sekalian bertawakal kepada Allah sepenuh hati, niscaya Allah akan memberi rezeki untukmu sekalian, sebagaimana Ia memberinya kepada burung. Burung itu pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.’ (HR. at Tirmidzi dan Ibnu Majah ).
Pelajaran berharga yang dapat dipetik dari hadist tersebut adalah bahwa dalam tawakal harus diiringi dengan ikhtiar. Ikhtiar dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin dari yang kita mampu, sebagai persembahan terbaik kita pada-Nya, lalu menyerahkan semua hasil pada Allah, karena tidak ada yang tahu takdir kita. Yang pasti Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.
Usai materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator, berikut rangkumanya :
1. Bagaimana kita menyikapi takdir, apakah takdir itu dapat dirubah dan bagaimana tawakal yang sesungguhnya?
Jawaban:
Ada beberapa macam takdir sbb:
1. Takdir Saabiq, yaitu penulisan taqdir bagi seluruh makhluk di lauh mahfudz 50 ribu tahun sebelum penciptaan bumi dan langit.
2. Takdir Umri, yaitu penulisan taqdir bagi janin ketika berusia 4 bulan.
3. Takdir Sanawi, yaitu penulisan taqdir bagi seluruh makhluk setiap tahunnya pada malam lailatul qodr.
4. Takdir Yaumi, yaitu penulisan terhadap setiap kejadian setiap harinya.
Keempat macam penulisan takdir tersebut memungkinkan terjadinya perubahan kecuali pada takdir sabiq.
· Tawakal adalah adalah ikhtiar maksimal duniawi dan ukhrawi. Bila hasil ikhtiar kita tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, harus dievaluasi apakah ada ketidak semibangan antara ikhtiar duniawi dan ukhrawi atau apakah ikhtiar yang telah dilakukan tidak maksimal. Kalau semua ikhtiar sudah maksimal, kita harus ikhlas menerima sebagai takdir Allah SWT.
2. Contoh Takdir yang dapat dirubah
Jawaban: Bila ngebut akan mendatangkan maut. Maut adalah takdir Allah SWT, tapi kita bisa berikhtiar menghindarinya bila kita berhati-hati dan tidak ngebut.
Sebaiknya kita tidak menyalahkan takdir karena itu adalah wewenang Allah SWT. Tapi kita harus mempercayai takdir , imani takdir sekuat-kuatnya dan terus berikhtiar dengan sebaik-baiknya agar menjadi yang terbaik.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan Bingkisan lebaran SDF kepada sahabat-sahabat Odapus dan Lowvision yang berhak menerima dari dalam dan luar kota, yang diserahkan oleh Drs. Kasman Marsuan dan Ibu Ika Hasnida sebagai wakil dari Donatur SDF.
Dipenghujung acara, sebuah perenungan hidup “ Hati Seluas Danau” dan Nasyid “ Damba Cinta-Mu “ menjadi akhir acara yang syahdu, memberi inspirasi bagi jiwa-jiwa yang bertawakal..
Wallahu A’lam Bish Shawwab.
PERNAK-PERNIK LUPUS
Apakah Lupus?Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak ... readmore