Belajar Bahagia
Karena bahagia bukan tempat untuk dituju, melainkan sesuatu yang terus dipelajari. Sebuah perjalanan yang siapa pun bisa mulai — dan tidak harus dijalani sendirian.
Bermula dari Mereka. Untuk Setiap Diri Kita.
Selama lebih dari 20 tahun, Odapus dan teman-teman dengan low vision mengajarkan kami satu hal yang tidak bisa dipelajari dari buku: bahwa bahagia bisa ditemukan bahkan di kondisi yang paling berat sekalipun. Mereka adalah jantung perjalanan ini — dan akan selalu begitu.
Pelajaran itu terlalu berharga untuk berhenti di satu komunitas — karena ujian hidup bukan hak eksklusif siapa pun. Kami memilih membawanya lebih luas: tiga pilar berikut terbuka untuk siapa pun, dengan kondisi apa pun, yang sedang mencari cara mereka sendiri untuk bertahan, bertumbuh, dan berdampak.
Bertahan Bahagia
Menemanimu berdamai dan menemukan kebahagiaan ditengah tantangan hidup yang sedang dihadapi
Bertumbuh Bahagia
Membantumu untuk berdaya secara mandiri dengan mengubah tantangan hidupmu menjadi solusi untuk orang lain
Berdampak Bahagia
Mengajakmu mengambil peran aktif, karena kebahagiaan akan terasa lebih utuh saat kamu bisa bermanfaat bagi orang lain
Bahagia lahir dari cara pandang serta persepsi yang tepat terhadap kejadian di dalam hidup.
Apa Kata Mereka?
Yang telah mengikuti dan mendukung program Syamsi Dhuha Foundation
Dian Triansyah Djani
Mantan Dubes RI untuk PBB
Masih lekat dalam ingatan saya penganugerahan Sasakawa Health Prize tahun 2012 kepada Syamsi Dhuha Foundation di Markas Besar PBB di Jenewa. Sebagai Duta Besar RI untuk PBB, saya merasa bangga atas pencapaian salah satu LSM Indonesia yang mendapat pengakuan internasional — sebuah wujud dari diplomasi kemanusiaan Indonesia di forum global. Program beasiswa bagi penyandang disabilitas dan penderita penyakit autoimun tersebut sungguh luar biasa. Bangga rasanya bisa mengenal Mbak Dian dan Mas Eko.
dr. Rachmat Gunadi Wachjudi, SpPD-KR
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Reumatologi
Dua dekade perjalanan SDF adalah bukti nyata bahwa semangat, dedikasi, dan kolaborasi mampu membawa perubahan besar. Sebagai seorang dokter yang peduli terhadap penyakit autoimun, saya merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan mulia ini; menyaksikan langsung bagaimana SDF tidak sekadar mendampingi, melainkan juga memberdayakan pasien untuk bangkit melampaui keterbatasan dan meraih kualitas hidup yang lebih baik. Kesan mendalam saya terhadap SDF terletak pada pendekatan holistiknya — yang mencakup aspek medis, pendidikan, dan sosial-ekonomi, serta hubungan lintas budaya dan internasional. Berkat kepemimpinan Ibu Dian Syarief yang menginspirasi, SDF telah menjadi teladan bagi kolaborasi antara pasien, dokter, dan komunitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ardinal Purbowo
Penyandang Low Vision
Di SDF Bandung, saya telah mengalami sebuah ‘mentarimorfosa’ dari Bowo yang dulu menjadi Bowo yang sekarang. Saya telah mengikuti berbagai pelatihan seperti pijat aromaterapi, komputer bicara, pengembangan budidaya tanaman, dan lokakarya bisnis. Alhamdulillah, kini saya mampu menjalankan usaha pijat dan kos-kosan. BriCane adalah hadiah terindah dari SDF untuk saya — karena BriCane merupakan tongkat yang selalu saya impikan dan sangat berarti bagi saya. Harapan saya, SDF terus berjaya dan semakin maju dalam mengembangkan alat bantu bagi tunanetra.
Irfan Setiaputra
Mantan Dirut Garuda Indonesia
Saya secara pribadi telah mengenal Pak Eko dan Dian sejak zaman kuliah, dan saya tidak meragukan sedikit pun komitmen serta dedikasi mereka dalam memberikan kontribusi yang bermakna bagi kemanusiaan dan pendidikan. Tentu saja, saya dengan senang hati mendukung SDF dalam kegiatan organisasinya, sebatas kemampuan saya
Nurhayati Subakat
Pendiri & Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation
Selamat Mbak Dian atas 2 Dekade SDF Berbagi. Kami termotivasi untuk mendukung berbagai upaya yang dilakukan oleh SDF karena kegiatan-kegiatannya sangat bermanfaat. Terlebih lagi, Mbak Dian benar-benar menginspirasi saya secara pribadi untuk selalu bersemangat terlepas dari keterbatasan fisik.
Elia Massa Manik
Mantan Dirut Pertamina
Selamat kepada SDF atas 2 dekade pelayanan dan pengabdiannya di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. Semoga di 2 dekade mendatang, SDF terus berkarya dengan penuh semangat untuk memberikan warna dan makna bagi banyak orang.
JEJAK PERJALANAN
Dua Dekade. Ribuan Langkah. Tak Pernah Sendirian.
Dua puluh tahun yang bukan sekadar usia, tapi memiliki ribuan kisah yang kami temani. Dari hari-hari terberat seseorang, hingga momen ketika mereka mulai memberi kepada sesama. Berikut sebagian dari jejak yang kami tinggalkan di sepanjang perjalanan ini.
Rp3,4
Miliar+
Mengalir Menjadi Harapan
Untuk biaya pengobatan Odapus yang tak mampu, beasiswa pelajar yang hampir putus sekolah, dan pelatihan keterampilan digital bagi teman low vision.
4
Benua
Melintasi Batas Negeri
Dari Shanghai, Vancouver, hingga Geneva — kami membawa pengalaman Odapus Indonesia ke kongres-kongres internasional. Karena kisah yang lahir di sini, layak didengar di mana saja.
2
Penghargaan
Pengakuan Internasional
Sasakawa Health Prize WHO 2012 dan Lifetime Achievement Award 2010 — bukan hanya untuk SDF, melainkan untuk setiap perjalanan yang pernah kami tempuh bersama mereka yang dirawat, didampingi, dan dikuatkan.
Inspirasi Bahagia
Temukan tips, renungan, hingga inspirasi dari Syamsi Dhuha
Mengikuti Kehendak Tuhan
Jumat kemarin aku bertemu salah seorang sahabatku dan berikut mutiara hikmah yang …
Lihat selengkapnyaMemberi Lebih, Mengambil Sedikit
Bersyukurlah kita yang diberi kecukupan dan kelebihan rezeki atau kemampuan, karena kita …
Lihat selengkapnyaMengubah Sudut Pandang
Seringkali kita menghadapi kenyataan dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan keinginan kita, …
Lihat selengkapnyaDetoks
Sejujurnya lewat latihan kemarin aku diingatkan lagi untuk berhenti sejenak dan tersenyum. …
Lihat selengkapnya